Polisi, kata atau profesi ini sudah tidak asing di telinga masyarakat, mereka adalah orang-orang yang di biyayai oleh negara untuk menjaga kemanan masyarakat. Ya Polisi sebagian orang banyak bercerita bahwa adanya oknum-oknom yang terkadang menggunakan status sebagai polisinya menjadi sesuatu yang menakutkan bahkan juga menyebalkan.
Menurut saya secara pribadi bahwa orang yang takut dengan polisi terdiri dari beberapa hal, yang pertama pemahaman tentang kepolisian masih kurang, atau bisa jadi orang tersebut takut karena melakukan kesalahan. Nah dari rasa takut itu muncul rasa dongkol karena merasa terbatasi padahal polisi bukanlah mahluk yang menyeramkan selagi kita tidak melakukan kesalahan.
Sedikit pengalaman tentang polisi yang membuat saya benci waktu sekolah dahulu. Pada saat saat naik motor, bapak-bapak polisi dari kejauhan sudah terlihat menyebalkan karena waktu itu saya belum memiliki SIM (surat Izin Mengendarai) dan tidak mengunakan hlem, dalam benak saya "Pak polisi itu cari uang makan siang" makanya lakukan razia, terpaksa saya berputar mencari helem milik teman.
Rasa dongkol dan rasa takut menyatu, karena terlihat gugup saat melewati titik razia walaupun saya sudah mengunakan helm pinjaman dari teman, ya saya tetap di tahan, "Selamat sore de, bisa liat surat-suratnya, dengan muka pucat saya perlihatkan STNK karena tidak punya SIM ya terpaksa di tilang. Karena pengalaman ini saya sempat benci dengan polisi tapi setelah saya masuk kuliah dan berkerja sebagai jurnalis akhirnya saya memahami tujuan mereka mulia mereka memang ditugasakan untuk menjaga kita. Seseorang harus memiliki SIM pada saat mengendarai kendaraan agar mengetahui kemahiran seseorang dalam berkendaraan di jalan. Dengan tujuan tidak membahayakan diri sendiri dan orang lain.
Tujuan mereka mulia mereka tidak ingin terjadi sesuatu yang buruk pada masyarakat, namun terkadang kita atau sebagian masyarakat menafsirkan berbeda, jadi mari bijak dalam bersikap. Meskipun ada oknom-oknom polisi yang tidak sesuai dengan ketentuan, namun kita tidak boleh menyamaratakan semua pihak kepolisian. Sampai detik ini saya menyakini masih banyak polisi yang memiliki kredibilitas dari pada oknum-oknum polisi-polisi yang tidak berkualitas.
Melalui tulisan singkat ini saya secara pribadi mengucapkan selamat hari Bhayangkara ke-73 teruslah menjadi pengayom masyarakat.


