Sedikit mengulas tentang sesuatu yang perlu diapresiasi, untuk mengawali blog ini saya sedikit memberikan cerita tentang kondisi beberapa tahun lalu di Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) yang tercinta saat ini saya jadikan tempat mata pencarian.
Perlu saya sampikan bahwa saya tidak memuji ataupun melebih-lebihkan apa yang saat ini saya rasakan dan mungkin juga di rasakan masyarakat di daerah saya ini, yaitu Kabupaten PPU.
Seperti yang saya katakan pada paragraf awal saya akan menceritakan dua atau empat tahun sebelumnya kondisi daerah tetang keluhan masyarakat. Seperti yang saya suguhkan judul terimakasih PLN terimakasih PDAM. Beberapa tahun yang lulu saya bagian dari orang yang selalu mengeluhkan kondisi pelayanan PLN maupuan PDAM, kalau PDAM mungkin saya tidak begitu merasakan namun keluhan masyarakat sering kali saya tuangkan dalam tulisan karena kebetulan saya berkerja sebagai kuli tinta (wartawan) di salah satau perusahan media terbesar di Kalimantan Timur.
Tahun-tahun sebelumnya masyarakat sangat mengeluhkan pelayan PLN maupun PDAM, kita mulai dari PLN. Biyarpet atau pemadaman lampu secara tiba-tiba, nah biyarpet sering menjadi judul dalam setiap tuslisan saya, dan memang kondisi ini dirasakan masyarakat ya termaksuk saya. Ketika sedang mengetik berita lampu tiba-tiba padam, rasa dongkol saya memuncak terlebih lagi ketika saya belum sempat menyimpan tulisan saya di komputer, parahnya lagi ini terjadi berulang-ulang kali.
Sebenarnya saya memahami betul apa yang menjadi kendala PLN pada saat itu, ya... memang kekurangan daya. Namun kenapa saya tetap menulis berita itu sering kali, karena saya memiliki alasan dengan harapan pemerintah dapat memberikan solusi terkait kondisi kurang daya yang terjadi di PPU pada saat itu.
Dari tulisan itu sumpah serapah netizen di Facebook luar biasa kepada PLN, ada yang mengatakan PLN bodoh, PLN makan gaji buta dan masih banyak lagi sumpah serapah lainya, ya ujung-ujungnya pemerintah juga terseret-seret ikut disalahkan. Ada hal yang menarik juga tentang biarpet di bulan puasa, anehnya pada masa bertepatan pada bulan puasa pemadaman sering terjadi di waktu menjelang berbuka ataupun saat sahur, kembali warga internet di mediasosial FB kembali melempakan sumpah serapah.
Begitupun dengan PDAM PPU, warga sering kali dikeluhkan dengan air berbau, tidak mengalir dan berwarna hitam, meski tidak separah PLN, PDAM kebagian jatah sumpah serapah warga FB. Dan juga masuk dalam tulisan yang saya buat pada saat saya aktif di media cetak tentang keluhan masyarakat.
Kondisi inilah yang membuat saya menulis atau mencerikan apa yang seharusnya kita lakuakan menurut saya ???. Melalui tulisan singkat ini saya sampikan jika beberapa tahun lalu PLN dan PDAM tak semaksimal saat ini, kita terkadang melupakan apa yang terjadi beberapa tahun lalu. Jika dua perusahaan ini dulu tak semaksmial saat ini kita terkadang sengaja mencerca dan memaki. Meskipun saat ini belum seutuhnya sempurna namun kondisi biyarpet dan ari tidak mengalir tidak kita rasakan separah tahun-tahun yang lalu.
Melalui tulisan ini saya secara pribadi mengucapkan terimakasih kepada PLN dan PDAM yang sudah memberikan kinerja yang berbeda dan dirasakan masyarakat di bandingkan beberapa tahun lalu. Yang saya lakukan ini karena saya pikir untuk PLN dan PDAM sudah memberikan perubahan kearah pelayanan yang kian membaik. Sekali lagi terimakasi kepada PLN dan PDAM dan semoga pelayanan terus mebaik. Aminnn...... mari kita berikan apresiasi yang memang harus diberikan apresiasi.
ayoo ikuti terus tulisan-tulisan saya selanjutnya, sedikitnya akan menuliskan tulisan terbaru dalam satu minggu sekali dari semua hal yang akan kita bahan dan mari berdiskusi.
Sayyid Hasan

No comments:
Post a Comment